Jika ada yang bilang bahwa roda nasib itu berputar lambat, saya adalah orang pertama yang akan membantahnya. Saya membuktikan sendiri bahwa keberuntungan dan peluang bisa datang dalam waktu yang sangat singkat. Perkenalkan, saya Fajar. Dulu, keseharian saya dipenuhi dengan keringat di bawah terik matahari Kalimantan, bekerja keras memanen Tandan Buah Segar (TBS) dengan menggunakan egrek.
Menjalani profesi sebagai buruh lapangan kelapa sawit menuntut fisik yang prima. Fisik diperas, risiko tinggi digigit ular atau tertimpa buah, dan yang paling menyakitkan adalah penghasilan yang pas-pasan. Setiap bulan, gaji yang saya terima habis hanya untuk makan sehari-hari dan mengirim sedikit uang untuk orang tua di kampung. Memiliki kebun sawit atas nama sendiri saat itu hanyalah mimpi di siang bolong. Meski demikian, jalan hidup click here saya ternyata telah digariskan berubah. Lewat sebuah platform bernama